5/21/2016

Pengajaran Al-Hikmah

Kebijaksanaan Allah

"Al-Quran itu penuh dengan Al-Hikmah," demikian Allah berfirman di dalam Al-Quran Surat Yaasin ayat 2. Tidak ada Al-Quran, maka tidak ada Al-Hikmah. Sedangkan Al-Quran itu adalah Al-Kitab. Karena itu, seorang ahli hikmah, dia sesungguhnya adalah ahli kitab. Tidaklah disebut ahli hikmah jika dia tidak menguasai Al-Kitab.

Apa maknanya itu? Adakah sudah seharusnya seorang ahli hikmah harus menguasai Al-Quran? Apakah setiap orang beriman yang mendapatkan atau dianugerahi Al-Hikmah oleh Allah secara otomatis dapat menjadi ahli hikmah? 

Jawabannya sangat relatif. Anda adalah seorang hamba Allah, jika dianugerahi Al-Hikmah tetapi menjauhi Al-Quran, maka sangat sulit Anda memahami ayat-ayat Allah (Al-Quran). Sudah pasti Anda harus benar-benar mendekati (secara ruhaniah) Al-Quran, bukan sebatas Al-Quran hanya untuk bacaan. 

Cahaya Al-Quran harus benar-benar meresap ke dalam hati atau jiwa Anda. Dengan cahayanya (Al-Quran) itu, hati Anda akan disucikan dari berbagai penyakit yang ada di hati. Anda akan benar-benar merasakan bahwa Al-Quran itu hidup lagi bercahaya.

Itulah Rahasia Pengajaran Al-Hikmah.  Dengan Al-Hikmah, Anda akan diberi tahu dari apa yang belum Anda ketahui sebelumnya. Siapa yang akan memberi tahu Anda? Seorang "penasehat" yang dihadirkan Allah ke dalam hati Anda.

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya" (QS. Al-Baqarah: 154).   

Ruh-ruh suci (Nur) seorang atau beberapa orang Awliya Allah atas seizin Allah Yang Maha Baik lagi Maha Bijaksana benar-benar hadir memberikan nasehat kepada Anda, sedangkan Anda tidak menyadarinya. Pikiran Anda akan tetap sulit untuk memahaminya hingga Allah mendatangkan seorang ahli zikir yang ahli hikmah untuk menerangkannya.

Bagaimanakah hubungan Anda dengan Nur Awliya Allah dan ahli hikmah yang ahli zikir? Anda, dalam hal ini adalah hati atau ruh Anda, sama sekali belum mendapatkan pengajaran dari siapa pun di dalam qalbu Anda. Sedangkan Allah telah menghendaki dengan kemahabajikan-Nya menganugerahkan Al-Hikmah kepada Anda.

Sekiranya Anda menyadari atas apa yang sedang berlangsung di dalam qalbu Anda, maka Anda akan mengikuti perintah Allah sebagaimana diterangkan di dalam Al-Quran:

"Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada ahli zikir (orang yang diberi ilmu oleh Allah), jika kamu tiada mengetahui" (QS. Al-Anbiyaa': 7).

Ahli zikir yang ahli hikmah, yang telah ditetapkan oleh Allah, adalah seseorang yang masih hidup berada di sekitar orang-orang beriman. Dengan kedudukan yang telah diakui oleh Allah dan Rasulullah saw, beliau adalah seorang Marja' (seseorang yang kepadanya Allah telah memerintahkan Rasulullah saw agar orang-orang beriman untuk bertanya kepadanya terkait dengan hal-hal yang sulit dijangkau oleh akal pikiran manusia pada umumnya).

Maka, bagi Anda yang telah mendapatkan anugerah Al-Hikmah, sudah sepatutnya Anda mendekati beliau. Kepadanya Anda berwasilah (berperantara) untuk mendapatkan pengajaran Al-Hikmah. Adakah Anda dijamin memahami apakah itu Al-Hikmah jika tanpa pengajaran? Bukankah Allah telah berfirman:

"Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui" (QS. Al-Baqarah: 151).

Beliau sudah terlebih dahulu memperoleh pengajaran secara langsung dari Rasulullah saw terkait dengan yang telah diterangkan oleh Allah di dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 151 tersebut di atas. Adakah bahwa hal demikian musykil terjadi? Anda pasti akan sulit untuk menerimanya bila belum mengenal secara pribadi siapa beliau. Dia-lah seorang ahli zikir yang ahli hikmah tersebut.

Atas seizin Allah dan kekuasaan-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Mengetahui, maka dipilihnya beliau untuk melaksanakan pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan apa-apa yang belum diketahui oleh kebanyakan manusia, tentu saja bagi Allah sangat mudah.

Atas dasar apa lagi yang menjadi bukti untuk mengabaikan Al-Quran terkait dengan pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan apa-apa yang belum diketahui kebanyakan manusia? Jawabnya hanyalah tiadanya keyakinan yang kuat untuk menerima keterangan-keterangan tersebut karena hatinya condong pada kesesatan. ***

Tags: , , , , ,

Ditulis oleh

Penulis adalah Imam Majelis Dzikir Tawashow siap memberikan pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan apa yang tidak diketahui akal.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Popular Content

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya" (QS. Al-Ahzab: 41)

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28)

Recent Post

Do You Like Dhikr? Follow by Email

Apa, Mengapa dan Bagaimana MAJELIS DZIKIR TAWASHOW?

Copyright © MAJELIS DZIKIR TAWASHOW| Designed by Templateism.com