8/14/2018

Kemunafikan di dalam Salat dan Zikir

Kemunafikan di dalam Salat dan Zikir

Siapa yang dapat menyangka bahwa Allah swt telah menerangkan tentang salat dan zikirnya orang-orang munafik. Ada kemunafikan di dalam salat dan zikir. Adakah hal semacam itu termasuk yang Anda lakukan? Na'udzu billahi tsumma na'udzu billahi min dzalik. Semogalah Anda bukan termasuk di dalamnya.

Inilah ayat yang menerangkan tentang hal itu:

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka berzikir (menyebut) Allah kecuali sedikit sekali" (QS. An-Nisa: 142).

Ciri-Ciri Orang Munafik dalam Salat dan Zikir

Siapa pun Anda sekiranya sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah pada ayat tersebut dalam melaksanakan salat dan zikir, maka Allah telah mengelompokan Anda sebagai orang yang telah menipu Allah. Anda, dalam pandangan Allah, disebut orang munafik. Sekali lagi, na'udzu bilahi tsumma na'udzu billahi min dzalik.

Kemunafikan mereka di dalam salat dan zikir mencakup:
1.Berdirinya malas di waktu salat;
2.Salatnya riya ingin dipuji manusia;
3.Tidak berzikir selain sedikit. 

Jangan dianggap bahwa hal demikian termasuk persoalan sepele. Salat dan zikir bukan ditetapkan oleh manusia, melainkan Dia-lah Allah yang telah menetapkannya. Allah-lah yang menghendaki salat dan zikir itu sebagaimana telah diterangkan oleh Allah pada beberapa ayat lainnya di dalam Al-Quran.

Silakan perhatikan perkara salat yang Allah kehendaki sebagaimana pada ayat berikut: 

"Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) salat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk" (QS. Al-Baqarah: 238).

Juga:

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku" (QS. Thaha: 14).

Asal salat, tidak sebagaimana yang dikehendaki Allah, akan sulit untuk mendapati salat khusyuk. Adakah salat itu harus berdiri dengan malas? Allah sungguh-sungguh tidak menghendaki apabila berdiri di dalam salat, berdirinya malas. 

Salat Khusyuk, Salat Mengingat Allah

Tetapi, Allah menghendaki apabila berdiri di dalam salat, berdirinya khusyuk. Bagaimana berdiri yang khusyuk itu? Adakah karena panjang bacaan (membaca surat-surat madaniah) saat berdiri?

Khusyuk dalam berdiri saat salat bukan karena itu, melainkan di dalam berdirinya hanya Allah yang diingat, bukan selain-Nya. "Dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku." Silakan simak kembali ayat 14 surat Thaha di atas. Maka, mustahil disebut khusyuk apabila di dalam berdirinya bukan Allah yang diingat. Tidak ada zikir di dalam salatnya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang keterkaitan salat dan zikir, maka silakan perhatikan ayat berikut: 

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (QS. An-Nisaa: 103).

Dari ayat tersebut, maka muncul pertanyaan: Adakah seorang pelaku salat akan berzikir di dalam berdirinya, sedangkan dia tak pernah berzikir saat berdiri di luar salat? Berzikir di luar salat telah diperintahkan oleh Allah, maka bagaimana dengan berdiri di dalam salat?

Saudaraku, jika Anda hendak memperhatikan ayat-ayat Allah, maka bersihkan dahulu jiwa Anda. Sekiranya Anda hanya melakukan demi belajar membaca Al-Quran, maka untuk mengkaji Al-Quran membutuhkan kesucian jiwa. Akan sulit ditemukan hikmahya apabila tidak ada perjuangan menyucikan jiwa.

Mari kita simak kembali pertanyaan sebelumnya: "Berzikir di luar salat telah diperintahkan oleh Allah, maka bagaimana dengan berdiri di dalam salat?" Apabila menggunakan akal jernih, maka sangat jelas dari perintah Allah sebelumnya pada ayat 103 surat An-Nisaa: 

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring..." 

Adakah di dalam salat tidak ada berdiri, sedangkan berdirinya di dalam salat harus khusyuk? Dari situ, berdiri di dalam salat maupun di luar salat, berzikir (mengingat) Allah tidak dapat ditinggalkan sekiranya hendak mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah pada ayat 14 surat Thaha tersebut di atas, "...dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku (lidzikri)."

Adakah dapat berzikir dengan sebanyak-banyaknya sekiranya tidak menjalankan apa yang diperintah oleh Allah pada surat An-Nisaa: 103? Sangat sulit. 

Berdiri, duduk dan berbaring sepanjang satu hari akan terus dilakukan saat terjaga dapat menghasilkan jumlah zikir yang tak terhitung jumlahnya. Jika dalam 24 jam sehari semalam, dikurangi untuk istirahat (tidur) sebanyak 8 jam, maka selama (sepanjang) 16 jam Allah menghendaki orang beriman untuk berzikir (mengingat) Allah. 

Banyaknya zikir yang dilakukan sepanjang itu pasti melebihi jumlah zikir yang dibatasi. Sepanjang hayat dikandung badan, Allah sangat menghendaki orang-orang yang beriman tunduk dan patuh mengikuti perintah Allah.

Pertanyaan terakhir: Patutkah Anda meninggalkan perintah Allah sebagaimana telah disebutkan pada surat An-Nisa ayat 103? Pastilah Allah Maha Mengetahui siapakah yang telah berzikir sebanyak-banyaknya dengan yang berzikir sangat sedikit. Silakan renungkan hal tersebut. 

Pentingnya Belajar Zikir

Sangat jelas, kemunafikan seseorang dalam salat sangat terkait dengan zikir. Tanpa berzikir, seorang pelaku salat akan menemukan kesulitan mencapai salat khusyuk.

Padahal,  salat khusyuk itu wajib dicapai oleh para pelaku salat. Maka, bagi siapa pun orang-orang beriman yang tidak suka berzikir, pastilah dia belum memenuhi salat khusyuk sebagaimana yang Allah kehendaki.

Di sinilah pentingnya zikir, khususnya zikir khafi. 

Zikir khafi adalah zikir menyebut asma Allah secara tersembunyi (di dalam hati).

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang zikir khafi, silakan Anda baca:


Berbuatlah yang terbaik sejalan dengan yang dikehendaki Allah dalam beribadah, khususnya salat. Jangan salat sebagaimana salatnya orang-orang munafik, selain salatlah salat khusyuk.

Alhasil, kemunafikan seseorang terhadap perintah Allah dapat terbentuk karena jauhnya seseorang dengan Allah disebabkan tiadanya berzikir di dalam hatinya.

Karena sangat pentingnya salat khusyuk, maka untuk mencapainya -- sehingga tidak disebut oleh Allah sebagai orang munafik -- keterkaitan salat dan zikir harus benar-benar terjaga. 
Tags: , , , , , ,

Ditulis oleh

Penulis adalah Imam Majelis Dzikir Tawashow siap memberikan pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan apa yang tidak diketahui akal.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Popular Content

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya" (QS. Al-Ahzab: 41)

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28)

Recent Post

Dapatkan Pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan Laduni Robbaniyah

Apa, Mengapa dan Bagaimana MAJELIS DZIKIR TAWASHOW?

Copyright © MAJELIS DZIKIR TAWASHOW| Designed by Templateism.com