9/10/2018

Allah Peduli Kepada Para Pezikir

Allah Peduli Kepada Para Pezikir

Allah peduli kepada para pezikir tak perlu diragukan lagi. Siapa yang belum mengetahui bagaimana Allah menilai orang-orang yang selalu menyeru Diri-Nya? Al-Quran yang mulia (Al-Karim) telah menerangkan Allah peduli terhadap orang-orang yang selalu mengingat Diri-Nya. Allah SWT telah berfirman:

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku" (QS. Al-Baqarah: 152).
Cobalah perhatikan ayat di atas bagaimana Allah peduli kepada orang-orang yang mengingat Diri-Nya. Adakah Anda telah menyadari bahwa apa yang dikatakan Allah adalah kebenaran mutlak? Perkataan Allah bukanlah sebagaimana perkataan makhluk-Nya. Allah peduli karena hamba-Nya telah menjalankan perintah-Nya untuk berzikir.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya" (QS. Al-Ahzab: 41). 
Dengan keluasan kasih sayang-Nya dan kemahaluasan ilmu-Nya, Allah mengetahui akan kepedulian hamba-hamba-Nya atas perintah yang telah diturunkan Allah kepadanya melalui Rasul-Nya saw. Allah sesungguhnya tidak pernah membiarkan hamba-hamba-Nya yang berzikir (para pezikir) dengan setulus hati, selain Dia (Allah) akan membalasnya dengan keluasan kasih sayang (rahmat)-Nya.

Atas dasar rahmat-Nya, Allah telah berketetapan menyebut para pezikir sebagai ulul albab (orang-orang berakal).  Itulah kepedulian Allah diberikan kepada para pezikir. Coba perhatikan ayat berikut:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ulul albab), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah (berzikir) sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Ali Imran: 190-191).
Adalah Allah benar dalam perkataan (firman)-Nya. Adakah yang sanggup untuk mengatakan: "Itu tidak benar?" Naudzu billahi min dzalik. Hanya orang-orang zalim-lah yang berani berkata seperti itu. Di manakah Dia (Allah) berada? Adakah Anda akan berkata: "Allah ada di 'arasy-Nya, dan 'arasy Allah ada di atas air." ?

Adakah Anda menyadari di mana 'arasy Allah, yang di atas air itu, berada? Adakah Anda akan berkata: "Itu kata Al-Quran?"  Anda benar telah mengutip ayat Al-Quran. Akan tetapi, Anda tidak tahu di mana 'arasy Allah itu jika Allah tidak mengizinkan untuk memperlihatkannya.

Baca: Al-Quran Sebagai Petunjuk

Jika benar-benar tidak tahu, maka cukuplah Al-Quran itu dapat dijadikan sandaran sebagai kebenaran akan keberadaan-Nya. Dari situ, adakah masih menyangkal bahwa ulul albab itu, sebagaimana telah diterangkan pada ayat di atas, adalah orang-orang yang suka berzikir, tafakur, bertasbih, dan selalu berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk yang selalu mengajak kepada api neraka?

Baca: Akhlak Pezikir dan Pemikir

Jika benar-benar tidak tahu 'arasy Allah, mengapa masih juga tidak berbuat mengikuti ayat-ayat Allah? Jika Anda orang-orang berakal, pastilah Anda akan mengikuti perintah Allah, yaitu  berzikir di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Orang-orang yang suka berzikir, dia juga suka bertafakur, bertasbih dan juga selalu berlindung kepada Allah di setiap keadaan dan waktu. Hatinya tidak pernah melupakan Allah.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post


EmoticonEmoticon

Posting Komentar

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner