1/21/2019

2019: Tahun Al-Hikmah

2019: Tahun Al-Hikmah

Tahun 2019 adalah tahun al-hikmah

Tahun di mana Allah akan menurunkan kebijaksanaan-Nya kepada siapa yang Allah kehendaki. 

Mengapa terpilih tahun 2019 sebagai tahun al-hikmah?

Semua adalah atas kekuasaan Allah. 

Kapan,  di mana dan siapa pun yang terpilih bukan urusan manusia.  

Itu urusan Allah. 

Simaklah bagaimana Allah telah berbicara kepada ahli zikir, ahli hikmah dan ahli tasawuf:

Biarkan umat manusia bicara apa pun tentang kehidupan dunia.

Tetap saja akan terasa tidak mudah mengetahui jalan menuju kepada Tuhannya azza wa jalla. 

Dalam pemikiran mereka, Allah masih direspon dengan keterbatasan pemahaman.

Allah baru singgah dalam konsep pemikiran. Belum singgah di hatinya. 

Bagi mereka seakan Allah masih sebagai Tuhan konseptual. 

Padahal,  sebagai Tuhan, Allah itu sesungguhnya mewujud secara zahir dan batin. 

Allah bukanlah Tuhan khayali. 

Apalagi dianggap Allah sebagai Tuhan tempo doeloe. 

Hanya hadir saat berfirman kepada para Nabi. 

Allah tak lagi bicara kepada umat manusia. 

Tidak. 


Itu sudah ditetapkan oleh Allah di dalam Kitab-Nya,  Al-Quran Al-Karim. 

Banyak yang tidak merespon atas perkataan Allah. 

Maka,  banyak orang yang sudah mengaku beriman sekalipun tidak mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah:

Atas dirinya sendiri

Atas diri-diri yang lain

Atas semua makhluk-Nya di langit dan di bumi. 

Yang diketahui hanyalah ada keinginan dari diri. 

Itu bukan kehendak Allah, tapi itu adalah hubbusy syahawat -- cinta pada keinginan. 

Itulah kesenangan hidup bukan, sekali lagi, kehendak Allah.

Pada diri manusia telah dijadikan oleh Allah pandangan indah terhadap dunia. 

Suka harta, wanita, anak-anak, emas,  sawah ladang,  kuda pilihan dan lain-lain keindahan dan kemolekan dunia. 

Pantaslah banyak umat manusia yang tak sanggup untuk menghindarinya. 

Bagaimana mungkin dapat menghindarinya? 

Itu adalah ketetapan Allah atas umat manusia untuk menguji mereka siapakah yang sungguh-sungguh beriman kepada-Nya. 

Adakah yang tunduk dan patuh kepada Allah? 

Adakah mereka telah memahami dan menyadari bahwa telah diciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah? 

Diciptakan untuk menjadi hamba Allah,  bukan untuk menjadi budak setan (hawa nafsu). 

Telah ditetapkan oleh Allah bahwa hawa nafsu selalu cenderung menyuruh berbuat jahat. 

Allah menghendaki agar umat manusia jangan mengikuti ajakan setan (hawa nafsu). 

Bagi orang-orang beriman ada petunjuk yang telah diturunkan oleh Allah di dalam Al-Quran.

Apabila telah berbuat salah dan dosa, sesungguhnya Allah  Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi mereka yang meminta ampunan kepada-Nya. 

Tetapi,  betapa berat orang-orang beriman mengakui atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. 

Setan selalu saja mengganggu dan menggoda dengan bisikan yang mematikan: "sangat manusiawi, Allah pun sangat memaklumi. "

Padahal, itu adalah awal yang buruk jika terus diikuti. 

Jebakan setan telah mampu memperangkap umat manusia untuk mengikuti ajakannya. 

Allah telah mengatakan bahwa sesungguhnya manusia sangat zalim dan bodoh. 

Manusia sesungguhnya sangat lemah menghadapi ajakan setan,  selalu saja diikuti. 

Itulah sebabnya yang mulia Rasulullah saw telah mengajak umat Islam untuk memerangi hawa nafsu

Betapa berkuasanya setan atas umat manusia yang manusia itu sendiri tidak menyadarinya. 

Dari zaman ke zaman manusia tetap dalam kondisi terkalahkan oleh setan. 

Hingga akhirnya tiba di akhir zaman yang saat ini telah hadir umat manusia dengan jumlah yang lebih banyak. 

Umat Islam pun telah menjadi mayoritas hadir di muka bumi. 

Allah Yang Maha Baik lagi Maha Bijaksana sudah berketetapan menyayangi orang-orang beriman,  maka sudah saatnya Allah menghadirkan Imam akhir zaman untuk membimbing dan menunjuki jalan Allah. 

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan al-hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." ((QS. An-Nahl: 125)

Tahun ini,  2019, terpilih sebagai tahun al-hikmah. Tahun kemahabijaksanaan Allah. 

Dianugerahkan al-hikmah oleh Allah kepada siapa yang Allah kehendaki merupakan kebijaksanaan-Nya. 

Allah Maha Mengetahui atas kelemahan orang-orang beriman terhadap ajakan setan. 

Sudah lama orang-orang beriman terkalahkan oleh tipu daya setan. 

Dengan al-hikmah,  Allah akan menyingkap tabir kegaiban agar mengetahui tipu daya setan yang membisik-bisik di dada. 

Allah sangat menghendaki orang-orang beriman tidak lagi terkalahkan oleh tipu daya setan.

Dengan begitu kaum beriman dapat menjumpai Allah di 'arasy-Nya.

Tags: , , ,

Ditulis oleh

Penulis adalah Imam Majelis Dzikir Tawashow siap memberikan pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan apa yang tidak diketahui akal.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Popular Content

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya" (QS. Al-Ahzab: 41)

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28)

Recent Post

Dapatkan Pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan Laduni Robbaniyah

Apa, Mengapa dan Bagaimana MAJELIS DZIKIR TAWASHOW?

Copyright © MAJELIS DZIKIR TAWASHOW| Designed by Templateism.com