Translate This Blog

3/25/2020

Munafik di dalam Sholat dan Zikir

Munafik di dalam sholat dan zikir

Siapa yang dapat menyangka bahwa Allah swt telah menerangkan tentang salat dan zikirnya orang-orang munafik. Ada orang munafik di dalam salat dan zikir. Adakah hal semacam itu termasuk yang Anda lakukan? Na'udzu billahi tsumma na'udzu billahi min dzalik. Semogalah Anda bukan termasuk di dalamnya.

Inilah ayat yang menerangkan tentang hal itu:

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka berzikir (menyebut) Allah kecuali sedikit sekali" (QS. An-Nisa: 142).

Ciri-Ciri Orang Munafik dalam Sholat dan Zikir


Siapa pun Anda sekiranya sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah pada ayat tersebut dalam melaksanakan sholat dan zikir, maka Allah telah mengelompokan Anda sebagai orang yang telah menipu Allah. Anda, dalam pandangan Allah, disebut orang munafik. Sekali lagi, na'udzu bilahi tsumma na'udzu billahi min dzalik.

Kemunafikan mereka di dalam sholat dan zikir mencakup:
1.Berdirinya malas di waktu sholat;
2.Salatnya riya ingin dipuji manusia;
3.Tidak berzikir selain sedikit. 

Jangan dianggap bahwa hal demikian termasuk persoalan sepele. Sholat dan zikir bukan ditetapkan oleh manusia, melainkan Dia-lah Allah yang telah menetapkannya. Allah-lah yang menghendaki sholat dan zikir itu sebagaimana telah diterangkan oleh Allah pada beberapa ayat lainnya di dalam Al-Quran.

Silakan perhatikan perkara salat yang Allah kehendaki sebagaimana pada ayat berikut: 

"Peliharalah segala sholat (mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk" (QS. Al-Baqarah: 238).

Juga:

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku" (QS. Thaha: 14).

Asal sholat, tidak sebagaimana yang dikehendaki Allah, akan sulit untuk mendapati sholat khusyuk. Adakah sholat itu harus berdiri dengan malas? Allah sungguh-sungguh tidak menghendaki apabila berdiri di dalam sholat, berdirinya malas.

Sholat Khusyuk, Sholat Mengingat Allah


Tetapi, Allah menghendaki apabila berdiri di dalam sholat, berdirinya khusyuk. Bagaimana berdiri yang khusyuk itu? Adakah karena panjang bacaan (membaca surat-surat madaniah) saat berdiri?

Khusyuk dalam berdiri saat sholat bukan karena itu, melainkan di dalam berdirinya hanya Allah yang diingat, bukan selain-Nya. "Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku." Silakan simak kembali ayat 14 surat Thaha di atas. Maka, mustahil disebut khusyuk apabila di dalam berdirinya bukan Allah yang diingat. Tidak ada zikir di dalam sholatnya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang keterkaitan sholat dan zikir, maka silakan perhatikan ayat berikut: 

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (QS. An-Nisaa: 103).

Dari ayat tersebut, maka muncul pertanyaan: Adakah seorang pelaku sholat akan berzikir di dalam berdirinya, sedangkan dia tak pernah berzikir saat berdiri di luar sholat? Berzikir di luar sholat telah diperintahkan oleh Allah, maka bagaimana dengan berdiri di dalam sholat?

Saudaraku, jika Anda hendak memperhatikan ayat-ayat Allah, maka bersihkan dahulu jiwa Anda. Sekiranya Anda hanya melakukan demi belajar membaca Al-Quran, maka untuk mengkaji Al-Quran membutuhkan kesucian jiwa. Akan sulit ditemukan hikmahya apabila tidak ada perjuangan menyucikan jiwa.

Mari kita simak kembali pertanyaan sebelumnya: "Berzikir di luar sholat telah diperintahkan oleh Allah, maka bagaimana dengan berdiri di dalam sholat?" Apabila menggunakan akal jernih, maka sangat jelas dari perintah Allah sebelumnya pada ayat 103 surat An-Nisaa: 

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring..." 

Adakah di dalam sholat tidak ada berdiri, sedangkan berdirinya di dalam sholat harus khusyuk? Dari situ, berdiri di dalam sholat maupun di luar sholat, berzikir (mengingat) Allah tidak dapat ditinggalkan sekiranya hendak mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah pada ayat 14 surat Thaha tersebut di atas, "...dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku (lidzikri)."

Adakah dapat berzikir dengan sebanyak-banyaknya sekiranya tidak menjalankan apa yang diperintah oleh Allah pada surat An-Nisaa: 103? Sangat sulit. 

Berdiri, duduk dan berbaring sepanjang satu hari akan terus dilakukan saat terjaga dapat menghasilkan jumlah zikir yang tak terhitung jumlahnya. Jika dalam 24 jam sehari semalam, dikurangi untuk istirahat (tidur) sebanyak 8 jam, maka selama (sepanjang) 16 jam Allah menghendaki orang beriman untuk berzikir (mengingat) Allah. 

Banyaknya zikir yang dilakukan sepanjang itu pasti melebihi jumlah zikir yang dibatasi. Sepanjang hayat dikandung badan, Allah sangat menghendaki orang-orang yang beriman tunduk dan patuh mengikuti perintah Allah.

Pertanyaan terakhir: Patutkah Anda meninggalkan perintah Allah sebagaimana telah disebutkan pada surat An-Nisa ayat 103? Pastilah Allah Maha Mengetahui siapakah yang telah berzikir sebanyak-banyaknya dengan yang berzikir sangat sedikit. Silakan renungkan hal tersebut.

Pentingnya Belajar Zikir


Sangat jelas, kemunafikan seseorang dalam sholat sangat terkait dengan zikir. Tanpa berzikir, seorang pelaku sholat akan menemukan kesulitan mencapai sholat khusyuk.

Padahal,  sholat khusyuk itu wajib dicapai oleh para pelaku sholat. Maka, bagi siapa pun orang-orang beriman yang tidak suka berzikir, pastilah dia belum memenuhi sholat khusyuk sebagaimana yang Allah kehendaki.

Di sinilah pentingnya zikir, khususnya zikir khafi. 

Zikir khafi adalah zikir menyebut asma Allah secara tersembunyi (di dalam hati).

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang zikir khafi, silakan Anda baca:


Berbuatlah yang terbaik sejalan dengan yang dikehendaki Allah dalam beribadah, khususnya sholat. Jangan sholat sebagaimana salatnya orang-orang munafik, selain sholat-lah sholat khusyuk.

Alhasil, kemunafikan seseorang terhadap perintah Allah dapat terbentuk karena jauhnya seseorang dengan Allah disebabkan tiadanya berzikir di dalam hatinya.

Karena sangat pentingnya sholat khusyuk, maka untuk mencapainya -- sehingga tidak disebut oleh Allah sebagai orang munafik -- keterkaitan sholat dan zikir harus benar-benar terjaga. 
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post


EmoticonEmoticon

Posting Komentar

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner