Translate This Blog

10/26/2021

Kesadaran Spiritual Perubahan Mendasar dalam Kehidupan

Kesadaran Spiritual Perubahan Mendasar dalam Kehidupan



Perubahan yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia di dunia ini adalah terbangunnya kesadaran spiritual. Setiap manusia harus mengakui dengan penuh kesadaran akan ketidakberdayaan dirinya di dalam kekuasaan Allah.

Perjuangan untuk meningkatkan kepribadian unggul dari keterpurukan jiwa, kelemahan iman, keplintat-plintutan (munafik) tak dapat dibiarkan ketika jiwa atau diri atau hati atau ruh beranjak pada keinginan untuk berubah.

Maka, tak ada yang lebih berharga dari banyak pilihan, melainkan menyambut terbangunnya kesadaran spiritual dengan segera untuk bersungguh-sungguh merupakan pilihan yang terbaik dan tercerahkan.

Mengapa? Iman pada setiap jiwa dapat terkontaminasi oleh ajakan keburukan dan kejahatan di setiap kesempatan.

Kelengahan jiwa dari godaan dan gangguan setan akan mudah diarahkan pada kegelapan, dan secara berencana akan terus diajak lebih menjauh dari cahaya ilahiah.

Keadaan semakin tambah berbahaya, karena keterlenaan, sang penggoda membuktikan kebenaran persangkaannya lalu diikutinya.

"Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman" (QS. Saba': 20).

Kecerdikan iblis sangat luar biasa. Rayuannya telah diterangkan Allah dalam Al-Quran mampu menjerumuskan datuk umat manusia, Adam a.s, turun ke bumi.

Kelebihan iblis menjebak sangat halus, hampir-hampir sulit untuk membedakannya dengan petunjuk kebenaran. Jika, naudzu billahi min dzalik, Allah tidak menurunkan pertolongan, maka iblis benar-benar dapat menguasai jiwa.

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal" (QS. Ali Imran: 160).

Masalah hidup jangan disambut dengan keputusasaan. Responlah dengan pendekatan diri kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Penolong.

Hidup sebetulnya bukanlah tempat untuk mendiamkan segala hal berubah menjadi permasalahan, melainkan sambutlah dengan selalu mengikuti kehendak Allah.

Kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu. Permasalahan hidup adalah bagian dari segala sesuatu itu.

Maka, mengurai kelemahan jiwa dengan ungkapan yang menyayat hati di hadapan kemahabesaran-Nya, dengan penuh kekhusyuan, di setiap saat adalah kesempatan yang dapat menghasilkan balasan kasih sayang Allah. ***

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post


EmoticonEmoticon

Posting Komentar

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner