Translate This Blog

11/15/2021

Pentingnya Belajar Mengendalikan Hawa Nafsu


Pentingnya belajar mengendalikan hawa nafsu tidak membatasi keleluasaan setiap jiwa berkiprah dalam kehidupan. Masing-masing boleh mengambil peran atas dirinya untuk kebaikan.

Allah memberi kebebasan sepanjang kiprahnya tidak berseberangan dengan kehendak-Nya.

Adapun pembatasan terhadap setiap perbuatan yang melahirkan keburukan, tidaklah berarti ada pelarangan untuk berbuat kebaikan.

Hal-hal yang dilarang dan yang diperintahkan pasti tidak sama. Maka, kebebasan tidak juga tanpa ada pembatasan sekiranya berdampak tidak baik.

Sepanjang kebebasan berkiprah di jalan yang lurus, maka kebebasan itu terarah sejalan dengan petunjuk.

Sebaliknya, jika kebebasan diterapkan pada jalan yang dimurkai dan disesatkan, maka para pelaku kebebasan berlepas dari aturan-aturan kebenaran. Hasilnya jadi 'kebablasan'.

Adakah orang yang hidup di dunia dikekang karena aturan-aturan Allah tidak sejalan dengan keinginan hawa nafsu?

Pengekangan sebetulnya adalah pengendalian. Bagaimana pun hebatnya seseorang yang hidup di dunia, dia tak dapat berlepas dari kesalahan.

Adanya kecenderungan semacam ini, keberadaan seseorang di dunuia belum mampu mengendalikan atas kebebasannya dalam berkiprah.

Dorongan hawa nafsu telah mengalahkan keleluasaannya dalam berperan menjalankan keberadaannya di dunia.

Karena itu, jika kemampuan mengendalikan 'kuda liar' hawa nafsu masih lemah, sepatutnya jangan memaksakan diri menaiki 'kuda liar' hawa nafsu tersebut.

Akibat buruknya adalah terpentalnya diri menjauh dari tujuan yang harus dicapai. Jalannya akan terseok-seok karena kuatnya tenaga 'kuda liar'.

Pertolongan Allah kepada orang-orang beriman disebabkan karena lemahnya manusia menghadapi 'kuda liar' hawa nafsu.

Disadari atau tidak, pertolongan tersebut diturunkan oleh Allah untuk belajar mengendalikan 'kuda liar' hawa nafsu.

Persoalan kemudian muncul ketika seorang hamba tetap tidak menyadari adanya pertolongan Allah tersebut untuk menjadi bahan pelajaran agar tidak terjadi kesalahan dalam mengendalikan 'kuda liar' hawa nafsu.

Kenyataan menunjukkan bahwa jiwa seorang hamba sangat mudah terjatuh ketika mengikuti kekuatan 'kuda liar' hawa nafsu yang sangat ganas.

Tiadanya kemampuan mengendalikan 'kuda liar' hawa nafsu menjadi penyebab utama pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih kekuatan mengendalikannya dari Sang Maha Perkasa lagi Maha Gagah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.***
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post


EmoticonEmoticon

Posting Komentar

This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner